Kamis, 12 April 2012


Perkembangan Akuntansi

Perkembangan Akuntansi

Sejalan dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia, akuntansi sebagai salah satu hasil temuan manusia, ikut pula berkembang. Mulai dari pencatatan yang primitif dan sangat sederhana, akuntansi berkembang semakin kompleks selaras dengan semakin kompleksnya dunia usaha dan masyarakat akhir-akhir ini. Akuntansi telah mengembangkan konsep dan teknik-teknik baru untuk mengimbangi kebutuhan akan informasi keuangan yang terus meningkat dan beragam. Tanpa informasi yang akurat dan tepat waktu, banyak sekali keputusan ekonomi dan bisnis yang akan tertunda dan salah.  

·         Akuntansi primitif atau pra industrialisasi

Masyarakat dalam berbagai jenjang peradaban memiliki tipe catatan yang berbeda-beda mengenai aktivitas ekonominya. Berdasarkan hasil penelitian sejarah, catatan tertua yang diketahui adalah lembaran dari tanah liat yang memuat catatan-catatan pembayaran upah di Babylonia sekitar 3600 tahun sebelum Masehi. Selain itu, terdapat bermacam-macam bukti adanya pemeliharaan catatan dan sistem-sistem kontrol akuntansi yang dijumpai di Kerajaan Mesir Kuno dan Negara-negara Yunani. Adapun catatan-catatan berbahasa Inggris yang pertama kali dijumpai adalah catatan-catatan untuk memastikan sumber-sumber keuangan pada masa kekuasaan William the Conqueror (abad ke 11).

            Kebanyakan akuntansi awal ini hanya berhubungan dengan aspek-aspek yang terbatas dari aktivitas-aktivitas keuangan swasta atau pemerintah. Catatan-catatan keuangan yang lengkap untuk suatu aktivitas usaha, baru berkembang pada abad pertengahan dalam rangka menanggapi kebutuhan-kebutuhan perniagaan yang berkembang di Italia.

 

·         Perkembangan akuntansi dalam abad pertengahan

Perang Salib (sejak akhir abad ke 11 hingga akhir abad ke 13) memberikan dorongan bagi perkembangan perdagangan di kota-kota Italia yang selanjutnya membuka hubungan baru ke arah timur (Asia). Tumbuhnya pusat-pusat perdagangan di kota-kota Italia tersebut penting sekali bagi perkembangan akuntansi dalam abad pertengahan. Karena pada masa itu bermunculan agen-agen dan partnerships. Partnerships atau ventura ini memungkinkan pembagian risiko dalam perjalanan-perjalanan laut yang panjang. Partnerships ini jugalah yang memungkinkan penggabungan antara kapitalis yang kaya dengan semangat avonturir pelaut-pelaut muda. Didalam silent partnerships (semacam CV sekarang) yang disebut commenda, modal yang diberikan oleh silent patner (seperti kedudukan persero komanditer dalam CV) sebenarnya merupakan pinjaman kepada patner yang aktif. Dengan pengaturan seperti ini maka bunga atas pinjaman, yang pada waktu itu diharamkan oleh gereja, dapat dihindarkan. Adanya pemisahan antara pemodal dan pekerja itulah yang menjadikan partnerships sangat penting dalam perkembangan akuntansi.

Suatu sistem tata buku berpasangan (double entry) yang secara kuat dipengaruhi oleh pedagang-pedagang Venesia, ditemukan dalam bentuknya yang lengkap didalam catatan-catatan seorang pedagang di Genoa (Italia), yang berasal dari tahun 1340. Karya tulis pertama  yang mengulas tata buku berpasangan berjudul Summa de Arithmetica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita dipublikasikan di Venesia (Italia) dalam tahun 1494. Pengarangnya, seorang biarawan katolik dari orde Franciscan bernama Luca Pacioli, adalah seorang ilmuan dan ahli matematika yang semasa hidupnya mengajar diberbagai universitas di Perugia, Naples, Pisa dan Florence. Sekalipun Luca Pacioli bukan merupakan penemu sistem tata buku berpasangan, namun bukunya sangat membantu penyebaran gagasan mengenai  tata buku berpasangan ke seluruh Eropa.

Pada pertengahan abad ke 15 kota-kota di Italia mulai pudar pamornya dan menjadi kurang penting baik sebagai pusat kegiatan politik maupun perdagangan, sebagai akibat ditemukannya daerah-daerah jajahan baru. Sejak itu, secara berangsur-angsur pusat perdagangan berpindah ke Spanyol, Portugis, Negeri Belanda, Inggris, Prancis, dan Belgia. Sejalan dengan perpindahan pusat-pusat perdagangan tersebut, sistem tata buku berpasangan menurut metode Italia menjadi tersebar luas ke negara-negara lain.

Di dalam abad ke 16 bermacam-macam buku ditulis oleh pengarang-pengarang Jerman, Belanda dan Inggris di samping penulis-penulis Italia. Semua buku ini pada dasarnya serupa seperti apa yang ditulis Pacioli. Bahkan elemen-elemen dasar dari sistem pembukuan berpasangan tetap berlanjut tanpa mengalami perubahan, kendatipun perkembangan organisasi usaha serta sistem pemerintahan menjadi semakin kompleks.

Hal-hal penting dalam perkembangan akuntansi pada abad pertengahan adalah perkembangan ilmu berhitung dan dipergunakannya mata uang secara luas sebagai alat pertukaran. Dengan dikenalnya angka Arab yang lebih sederhana, maka dominasi angka-angka Romawi yang digunakan selama berabad-abad sesudah ditemukannya system tata buku berpasangan menjadi tenggelam dan banyak ditinggalkan, sebaliknya pertumbuhan akuntansi menjadi kian pesat karenanya.

Pada abad ke 17 dan ke 18 buku-buku teks mulai mempersonifikasikan semua rekening dan transaksi, sebagai usaha dari para penulis untuk merasionalisasikan kaidah pendebetan dan pengkreditan rekenign atau perkiraan. Perkembangan lainnya adalah dibuatnya perhitungan rugi laba pada setiap akhir tahun, dan tidak lagi dibuat pada setiap akhir ventura sebagai mana sebelumnya. Perkembangan ini terutama disebabkan oleh semakin jarangnya suatu partnership yang hanya dibuat untuk keperluan satu transaksi. Kegiatan usaha mulai diorganisasikan untuk menciptakan kelangsungan aktivitas perdagangan maupun manufaktur dalam jangka panjang.

 

·         Perkembangan akuntansi modern, abad 18 sampai 20

            Suatu tonggak penting yang mengawali perkembangan akuntansi modern adalah terjadinya revolusi industri di Eropa Barat pada abad ke 18 sampai pertengahan abad ke 19, berpengaruh besar terhadap perkembangandan pemanfaatan system tata buku berpasangan. Pada saat itu, terjadi peralihan dari industri kerajinan yang dikerjakan dengan tangan dan bersifat individual ke sistem pabrik, yang memacu penggunaan mesin untuk menghasilkan produk-produk yang identik dalam jumlah besar. Ekspansi operasi-operasi bisnis yang diprakarsai oleh revolusi industri makin meningkatkan kebutuhan terhadap uang dalam jumlah besar untuk membangun pabrik-pabrik serta membeli mesin-mesin. Dari sinilah kemudian timbul bentuk badan hukum yang memungkinkan suatu organisasi usaha memperoleh sejumlah besar modal dari masyarakat melalui penjualan saham. Untuk pertama kalinya status badan hukum setingkat PT itu ditetapkan secara sah di Inggris dalam tahun 1845. Pada saat itu, kebutuhan untuk menentukan harga pokok dari sejumlah besar produk buatan mesin menjadi meningkat karenanya. Hal ini mempengaruhi timbulnya spesialisasi akuntansi biaya dan akuntansi untuk penyusutan aktiva tetap.

            Revolusi industri dengan cepat menyebar ke Amerika Serikat, yang sesaat setelah perang saudara ( Civil War) tumbuh menjadi suatu negara industri terkemukan di dunia. Akumulasi modal dalam jumlah besar pun menjadi sangat penting di negeri Paman Sam ini, terutama untuk membuka atau mendirikan sejumlah bisnis baru dalam industri-industri seperti manufaktur, transportasi, pertambangan, pelistrikan serta komunikasi. Seperti halnya di Inggris, di Amerika Serikat corporation juga merupakan badan hukum yang diberi fasilitas untuk mengakumulasikan sejumlah besar modal Dari masyarakat melalui penjualan saham.

            Hampir seluruh perusahaan besar dan sejumlah perusahaan kecil di Amerika Serikat diorganisasikan sebagai corporation, kebanyakan karena pemilikannya hanya ditunjukkan oleh dan terbatas pada jumlah saham yang dengan mudah dapat dipindahtangankan. Para pemegang saham dari perusahaan perseroan ini hanya dapat mengontrol pekerjaan manajemen perusahaan secara tidak langsung. Mereka memilih dewan direksi yang selanjutnya menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan umum perusahaan dan menyeleksi tenaga profesional yang secara aktif akan mengelola perusahaan.

 

·         Perang dunia kedua

            Pada awal PD II, Jepang berhasil merebut daerah jajahan Sekutu termasuk Indonesia. Jepang mencetuskan perang melawan Sekutu pada tanggal 8 Desember 1941, dengan cepat bergerak dan pada tanggal 9 Maret 1942 memaksa Pemerintah Hindia Belanda untuk menyerah tanpa syarat di Kalijati. Sejak saat itu praktis Jepang menggantikan kedudukan Belanda sebagai penjajah Indonesia. Hal ini mengakibatkan terhentinya operasi perusahaan-perusahaan serta kantor-kantor akuntan Belanda di Indonesia. Pendidikan menjadi semakin terbengkalai dan keadaan rakyar pada umumnya kian menderita dan sengsara.

            Hingga akhir perang dunia kedua, yaitu saat Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, ternyata keberadaan Jepang di Indonesia tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap metode pembukuan yang ada pada saat itu. Praktek-praktek akuntansi Jepang terbatas hanya untuk mencatat kegiatan-kegiatan mereka dan itu pun dilakukan dengan menggunakan huruf kanji.

 

·         Era multinasional

            Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi yang begitu pesat pada tahun 80 an, menyebabkan tidak terhindarnya kebutuhan terhadap informasi keuangan yang semakin akurat dan semakin cepat. Perkembangan lingkungan teknologi ini menuntut ilmu akuntansi untuk beradaptasi sesuai dengan perkembangan yang ada. Ilmu akuntansi pun memanfaatkan teknologi komputer dalam perkembangan lanjutannya. Sejak menggunakan teknologi komputer, sistem akuntansi dan pelaporannya semakin rapi, teratur, cepat dan akurat. Sehingga kebutuhan informasi keuangan dari berbagai pihak yang membutuhkannya dapat dipenuhi secepat yang mereka butuhkan.

 

Sumber Referensi

Fauzi, 1993. Prinsip Akuntansi Keuangan, Surabaya: Penerbit Indah Surabaya

Rudianto. 2009. Pengantar Akuntansi, Jakarta: Penerbit Erlangga

Minggu, 11 Maret 2012


Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional

1. Memahami sifat dan ruang lingkup akuntansi Internasional

Pada era globalisasi ini, maka sebaiknya kita pun berpikir secara global dan internasional. Perkembangan ini haruslah dibarengi dengan pengetahuan yang menggunakan bahasa internasional. Maka ada baiknya bila sebelum kita membahas lebih dalam kita perlu memahami apa itu akuntansi internasional. Akuntansi internasional adalah akuntansi yang digunakan untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.

Dalam beberapa hal, akuntansi sektor publik berbeda dengan akuntansi pada sektor swasta. Salah satu sifat dan karakteristik yang membedakan antara akuntansi sektor publik dan swasta adalah lingkungan yang mempengaruhinya. Pada umumnya Akuntansi Internasional mencakup bahasan sebagai berikut:

a. Akuntansi keuangan

· Studi perbandingan standar akuntansi keuangan yang berlaku di manca negara.

· Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards).

· Permasalahan harmonisasi standar akuntansi secara global.


b. Permasalahan Pengukuran dan Pelaporan Akuntansi MNC (Multinational Company)

· Penjabaran laporan keuangan anak perusahaan yang dilaporkan dalam mata

uang asing.

· Konsolidasi laporan keuangan MNC.

· Analisis laporan keuangan untuk tujuan evaluasi kinerja MNC.


c. Akuntansi Perpajakan

· Transfer pricing

· Perpajakan Internasional


d. Akuntansi Manajemen

· Kebijakan pembelanjaan kegiatan usaha di luar negeri

· Analisis investasi di luar negeri

· Manajemen risiko valuta asing

· Evaluasi kinerja kegiatan usaha di luar negeri


e. Auditing

· Studi perbandingan standar audit di manca Negara.

· Studi perbandingan praktek profesi akuntan publik di manca negara.


2. Menggambarkan isu-isu yang diciptakan oleh perdagangan internasional.

Komponen penting dalam proses pengendalian manajemen adalah audit internal. Internal audit harus:

· Memastikan kebijakan perusahaan dan prosedur yang diikuti.

· Mengungkap kesalahan, inefisiensi dan penipuan.

Ada beberapa isu yang membuat audit internal kegiatan operasi luar negeri lebih rumit dari audit domestik. Alpha Kendala yang paling jelas untuk melakukan audit internal yang efektif adalah bahasa. Auditor juga perlu menjadi akrab dengan budaya dan adat istiadat setempat, karena dapat mempengaruhi jumlah pekerjaan yang diperlukan dalam audit.Alpha Keakraban ini dapat membantu untuk menjelaskan beberapa perilaku yang ditemui dan mungkin dapat berguna dalam perencanaan audit. Fungsi penting lainnya dari auditor internal adalah untuk memastikan bahwa perusahaan sesuai dengan Foreign Corrupt Practices Act, yang melarang perusahaan AS dari membayar suap kepada pejabat pemerintah asing untuk mendapatkan bisnis. Auditor internal perlu memastikan bahwa kontrol internal di tempat untuk memberikan keyakinan memadai bahwa pembayaran ilegal tidak dibuat.Alpha

Auditor eksternal menghadapi masalah yang sama dengan auditor internal dalam menangani kegiatan usaha luar negeri dari klien mereka. Auditor eksternal dengan klien perusahaan multinasional harus memiliki keahlian dalam berbagai perangkat akuntansi keuangan aturan serta standar audit di berbagai yurisdiksi di mana klien mereka beroperasi. Alpha

Alpha

3. Menjelaskan alasan, dan masalah akuntansi yang berhubungan dengan, Investasi Asing Langsung

Ada beberapa alasan untuk investasi asing langsung:

Ø Meningkatkan Penjualan dan Keuntungan.

Penjualan internasional dapat menjadi sumber margin keuntungan yang lebih tinggi atau keuntungan tambahan melalui penjualan tambahan. Produk unik atau keunggulan teknologi dapat memberikan keunggulan komparatif bagi yang perusahaan ingin memanfaatkannya dengan memperluas penjualan di luar negeri.

Ø Pertumbuhan pasar yang cepat.

Beberapa pasar internasional tumbuh lebih cepat dari yang lain. Investasi asing langsung merupakan sarana untuk memperoleh pijakan di pasar yang berkembang pesat atau muncul. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan.

Ø Mengurangi biaya

Sebuah perusahaan kadang-kadang dapat mengurangi biaya penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan melalui investasi langsung asing. Signifikan lebih rendah biaya tenaga kerja di beberapa negara memberikan kesempatan untuk mengurangi biaya produksi. Jika bahan dalam pasokan pendek atau harus dipindahkan jarak jauh, mungkin lebih murah untuk mencari produksi dekat dengan sumber pasokan bukan untuk mengimpor materials. Transportation biaya yang terkait dengan membuat penjualan ekspor ke pelanggan asing dapat dikurangi dengan menempatkan dekat dengan pelanggan produksi.

Ø Melindungi Pasar Domestik

Untuk melemahkan pesaing internasional potensial dan melindungi pasar domestik, perusahaan mungkin memasuki pasar rumah pesaing. Alasannya adalah bahwa sebuah potensi pesaing kurang mungkin untuk memasuki pasar asing jika sibuk melindungi pasar domestiknya sendiri.

Ø Melindungi Pasar Luar Negri

Tambahan investasi di luar negeri kadang-kadang termotivasi oleh kebutuhan untuk melindungi pasar yang dari pesaing lokal. Perusahaan menghasilkan penjualan melalui ekspor ke negara tertentu kadang-kadang merasa perlu untuk membangun kehadiran kuat di negara itu dari waktu ke waktu untuk melindungi pasar mereka.

Ø Memperoleh Teknologi dan Manajerial.

Selain melakukan penelitian dan pengembangan di rumah, cara lain untuk memperoleh teknologi dan pengetahuan manajerial adalah untuk membuat sebuah operasi dekat untuk memimpin pesaing. Melalui kedekatan geografis, perusahaan akan lebih mudah untuk lebih dekat memantau dan belajar dari para pemimpin industri dan bahkan mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dari
persaingan.

Masalah akuntansi yang berhubungan dengan Akuntansi Asing Langsung

Terkait dengan investasi asing langsung, tidak bisa dipungkiri terjadinya resiko dalam kenyamanan menanamkan investasi di negara-negara lain. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah neraca tidak memberikan gambaran yang jelas tentang aset perusahaan, dan kewajiban banyak muncul untuk disimpan off-balance-sheet. Hal ini diakibatkan perbedaan yang signifikan dalam akuntansi antar negara.

Referensi:

http://blogtiara.wordpress.com/2011/02/23/akuntansi-internasional/

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=isu-isu+yang+diciptakan+oleh+perdagangan+internasional&source=web&cd=12&ved=0CCoQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPIPS%2FJUR._PEND._KEWARGANEGARAAN%2FSyaifullah%2C_S.Pd.%2CM.Si%2FBAB_9_KDKNI.rtf&ei=umJcT_GILcnjrAfWrbj5Cw&usg=AFQjCNFhXyinUusjR8BQdXCBeMIxN618jg&cad=rja

http://highered.mcgraw-hill.com/sites/dl/free/007337962x/618763/Sample_Chapter.pdf

Minggu, 06 November 2011

Contoh kasus di ambil dari : http://saifanberbagi.blogspot.com/2010/11/contoh-kasus-etika-profesi-akuntan.html

10 Akuntan Terlibat Skandal BLBI

ISTILAH akuntan tailor made (pesanan), akuntan stempel, akuntan cap, sudah akrab di telinga masyarakat. Kini Indonesian Corruption Watch (ICW) mencoba membongkar permainan akuntan publik itu. Siapa saja akuntan publik yang berkolusi dengan bank bermasalah? Apa sanksinya?

KREDIT macet, kredit fiktif, penggelembungan angka (mark-up) merupakan borok-borok perbankan di tanah air. Sudah rahasia umum, konglomerasi di Indonesia memiliki bank untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dan, biasanya bank itu digunakan sebagai ’sapi perah’ bagi perusahaan dalam grup. Hal itu terjadi karena struktur kepemilikan perusahaan di Indonesia sebagian besar perusahaan keluarga. Berbeda dengan perusahaan di negara maju, misalnya Amerika Serikat. Disana, struktur kepemilikan perusahaan sudah terpisah.

Karena di AS terpisah, maka peran akuntan publik menjadi penting untuk menjadi wasit antara manajemen dengan pemilik atau komisaris pemegang saham. Tapi di Indonesia banyak terjadi penyimpangan.

Sekelumit abstraksi untuk menyegarkan ingatan di awal ambruknya Bank Summa. Bank ini menggunakan jasa akuntan publik Anderson. Akuntan itu memberikan penilaian bahwa laporan itu: wajar dengan pengecualian. Anehnya beberapa bulan kemudian Bank Summa ambruk. “Nah, yang hampir sama terjadi pada 36 bank-bank BBKU (bank beku kegiatan usaha),” ungkap Agam Faturrahman saat ditemui Bangkit di Kantor ICW Jakarta.

Pada saat krisis, banyak bank-bank yang ambruk, padahal laporan keuangannya menunjukkan prestasi bagus dan sehat. Untuk menjelaskan apa penyebabnya, salah satu cara yang digunakan adalah menelaah ulang kertas kerja yang dibuat Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dianggap jujur dan menggunakan kaidah-kaidah yang telah baku.

Namun, hasilnya di luar dugaan, ternyata BPKP menemukan kenyataan bahwa auditor tersebut melanggar Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Pelanggarannya, antara lain: KAP tidak melakukan pengujian yang memadai, dokumentasi audit kurang memadai dan tak memahami peraturan perbankan. Karena itu, ICW melalui suratnya bernomor 19/SK/S-BP/ICW/IV/2001, mengirimkan surat kepada Erry Riyana, Ketua Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia.

“Beberapa waktu yang lalu ICW menerima laporan dari masyarakat mengenai hasil peer review BPKP atas 10 KAP yang mengaudit 37 bank bermasalah yang diantaranya merupakan bank penerima BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) dan dibekukan kegiatannya,” kata Koordinator Badan Pekerja ICW, Teten Masduki. “Dari 10 Kantor akuntan publik hanya satu KAP yang tidak melanggar standar profesional,” timpal Agam.

Menurut Agam, seharusnya akuntan publik itu mendapat sanksi sesuai dengan kode etik akuntan di Indonesia. Namun kenyataanya baik dari Depkeu maupun IAI tidak ada sanksi apapun kepada KAP maupun auditor partner dari KAP.

Karena itu, ICW, mengambil langkah-langkah untuk mengadukan temuan masyarakat ini kepada Majelis Kehormatan IAI, Kamis (19/4), serta mengadukannya ke Mabes Polri, Senin (23/4).

“Terindikasi kuat akuntan publik ini menyembunyikan borok-borok bank. Akibatnya nasabah yang dirugikan oleh bank maupun akuntan publik yang tidak profesional,” tandas Agam (baca box:ICW bicara -red).

Pengamat Perbankan I Nyoman Moena, tidak menyangkal bahwa ada saja peluang akuntan dipengaruhi oleh kepentingan direksi ataupun komisaris dalam menentukan opini akuntannya. “Terpengaruh atau tidak itu berpulang dari kualitas akuntan itu sendiri. Kalau akuntan itu profesional, apapun yang mencoba mempengaruhi dia, dia tidak akan bergeming, akan tetap mengeluarkan opininya sesuai keyakinannya sesuai hasil pemeriksaan,” kata Moena.

Mengomentari langkah ICW yang mengadukan ke Mabes Polri, menurutnya Moena langkah itu tidak tepat, karena akuntan itu adalah suatu profesi. Jikalau ditemukan atau diperkirakan terjadi penyimpangan profesional, maka pertama-tama yang berhak untuk mengadakan penilaian itu adalah dewan kehormatan profesi, dalam hal ini Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). “Untuk pekerjaan-pekerjaan profesi ada aturan mainnya. Kalau memang ada pidana, akan diselesaikan oleh jalur hukum,” tandas mantan Direktur BI ini.

Analisis:

Dalam kasus ini prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan yang seharusnya dimiliki oleh akuntan tetapi dilanggar oleh mereka. Beberapa prinsip etika akuntan yang dilanggar adala

1. Tanggung jawab profesi

Akuntan di dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Namun dalam kasus ini akuntan dapat dikatakan tidak bertanggung jawab terhadap profesinya karena KAP tidak melakukan pengujian yang memadai, dokumentasi audit kurang memadai dan tak memahami peraturan perbankan serta menyembunyikan borok-borok bank akibatnya banyak nasabah yang dirugikan oleh bank.

2. Kepentingan publik

Akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Prinsip ini juga dilanggar oleh akuntan karena mereka menyembunyikan borok-borok bank yang mengakibatkan banyak nasabah yang dirugikan oleh bank serta mereka juga tidak melaporkan apa yang seharusnya mereka laporkan.

3. Integritas

Prinsip ini juga dilanggar oleh akuntan karena mereka tidak memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, dan tidak memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.

4. Perilaku profesional

Prinsip ini juga dilanggar oleh akuntan karena mereka tidak berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. Disini mereka malah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan dan membuat citra diri mereka menjadi buruk.

5. Standar teknis

Seharusnya akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Tetapi dalam kasus ini akuntan tidak melaporkan apa yang sebenarnya harus dilaporkan.

Template by:
Free Blog Templates